Malam itu menjadi hari yang sangat melelahkan bagiku. Jadwal
kuliah yang sangat padat dari pagi hingga sore hari, dengan tumpukan deadline
tugas yang semakin membuatku jenuh hingga menguras tenaga serta pikiranku saat
itu. Sehingga hanya ada satu solusi instant yang aku dapatkan untuk
menghilangkan rasa jenuh, yaitu rebahan sejenak.
Ku genggam sebuah ponsel yang berisikan pesan dari seorang
sahabat, yang menanyakan kabarku dan ku balas satu per satu pesan yang masuk di
via whatsapp-ku. Salah seorang dari sahabat, mengirimkanku pesan yang
berisikan, “Cie...udah mau dekat hari ulang tahun nih. Mau kado apa dari aku
?”. Sontak, aku berdiri dan melihat tanggal yang ada di kalender kamar
indekosku.
Tahun ini adalah ulang tahun pertamaku berada jauh dari
keluarga. Empat November adalah tanggal yang selalu aku nantikan di setiap
tahunnya. Tanggal yang sangat bermakna, jika dilalui bersama keluarga. Namun,
kali ini terasa sangat berbeda. Apakah ini yang dinamakan “harus dipaksa dewasa
?”
“Ya Robb, ternyata oktober udah mau habis. Bentar lagi masuk
november. Mana jauh dari orangtua dan saudara pula. Iya kalau temen ada yang
ingat, kalau gak? Pokoknya tahun ini harus jadi tahun yang spesial, meskipun
belum ada orang yang spesial (jodoh) ngucapin. Gapapa, aku harus ciptakan
kebahagiaanku sendiri bagaimanapun caranya.” Ucapku dalam hati.
Terinspirasi dari sebuah gambar yang ada di kalender kamar
indekosku. Kawah ijen merupakan kawah yang memiliki pemandangan sangat indah
dan mampu menarik perhatianku malam itu. Aku buka kembali laptop yang sudah aku
lock di atas meja belajarku, aku klik firefox, buka google, dan mengetikkan
kata yaitu “kawah ijen” di sebuah kotak pencarian, kemudian ku klik ok.
Seketika rasa kantukku hilang, dengan mata yang berbinar-binar. Oh ijen,
sungguh engkau mampu membuatku penasaran. Lalu aku mencoba untuk membaca lebih
banyak mengenai informasi seputar kawasan, rute perjalanan, keindahan yang
disuguhkan, harga tiket masuk, hingga persiapan apa saja yang dibutuhkan.
![]() |
| Sumber : https://www.manusialembah.com/2015/02/perjalanan-kawah-ijen-banyuwangi.html |
Kawah ijen merupakan sebuah kawah yang terletak di gunung ijen,
banyuwangi jawa timur. Salah satu keunikan yang membuatku tertarik, yaitu blue
fire (api biru). Hanya ada dua blue fire di dunia, yang pertama di islandia dan
yang kedua ada di Indonesia tepatnya di kawah ijen banyuwangi. “Sangat rugi
rasanya, jika kaki ini belum menjamahnya.” Ucapku dalam hati. Setelah
mengumpulkan berbagai informasi mengenai kawah ijen, kini saatnya memantapkan
niat dan berusaha semaksimal mungkin agar aku bisa sampai disana.
Malam
itu, terjadilah percakapan melalui teks pesan via whatsapp.
Yanti :
Bang, Lagi dimana ?
Eko :
Di asrama nih kak, ada apa ?
Yanti :
Tanggal 4 November sibuk apa bang ?
Eko :
Sepertinya jadwalku kosong ditanggal 4 nih kak. Ada apa ?
Yanti : Bang,
Pengen ke Ijen. Yok bang, temanin saya kesana.
Eko :
Emangnya ada apa di Ijen kak ? Kan setiap pulang kuliah, kakak selalu lewat
ijen.
Yanti :
Itu jalan ijen bang. Maksud saya nih, ke kawah ijen di banyuwangi. Ayolah bang,
pliese temanin. Saya teraktir deh. 2 Hari aja bang. Ya bang ya.
Eko :
Duh kak, sebelumnya saya minta maaf dulu nih kak. Kawan saya dari kalbar mau
datang nih kak ke malang. Gimana ya kak. Kata mereka sih pengen jalan-jalan di
malang, mumpung mereka libur.
Yanti :
Nah tuh, coba di ajak sekalian bang. Barangkali mau ikutan.
Eko :
Saya coba pujuk mereka dulu ya kak. Nanti saya beri kabar lagi.
Yanti :
Segera ya bang. Saya tunggu kabar baiknya.
Eko :
Siap kak.
Yanti :
Oh iya bang, kalau misalkan abang gak bisa temani saya kesana. Saya tetap nekat
pergi sendiri. Mau jalankan misi. Hehe.
Eko :
Jangan pergi sendirian kak, bahaya. Kakak tuh cewek, nanti kalau ada apa-apa di
perjalanan gimana? Malang-Banyuwangi lumayan jauh loh. Lagi pula kakak belum
tahu medannya seperti apa. Emang ada misi apa kak disana ?
Yanti :
Gak papa bang, insyaAllah tetap aman. Selagi masih tahu arah kiblat, insyaAllah
gak bakal sesat. Hehehe. Saya sudah berniat penuh, untuk merealisasikan
keinginan saya menginjakkan kaki di ijen, tepat di pergantian usia saya tahun
ini.
Eko :
Wah, mantap juga nih cewek. Yaudah deh kak, saya kabari teman saya dulu ya kak.
Segera saya hubungi kakak. Selamat malam kak.
Yanti :
Siap bang, saya tunggu ya. Semoga ada angin segar. Hehe. Maaf mengganggu waktu
istirahatnya, terimakasih bang.
Eko :
Gak papa kak, santai.
Keesokan harinya.
Yanti :
Bang, gimana ?
Eko :
Maaf kak sebelumnya, teman saya keberatan kak. Mereka belum pernah naik gunung
sama sekali. Sepertinya mereka gak mau ikut. Dan saya juga mohon maaf,
sepertinya saya juga gak bisa temani kakak.
Yanti :
Yaaah L
gak coba dipujuk dulu bang. Siapa tahu, jadi pengalaman berharga kan ya ?
Eko :
Susah kak. Mereka belum punya basic disitu. Gimana kalau kakak undur saja. Saya
bisa temani kakak, tapi setelah saya nganterin teman saya jalan-jalan keliling
malang dulu kak.
Yanti :
Saya sudah berniat bang, tepat di hari ulang tahun saya. Gak mungkin kan, saya
undur ulangtahunnya. Yaudah deh bang gak papa. Misalkan abang gak bisa juga gak
papa. Saya coba cari teman lain dulu. Sekiranya teman-teman pada gak bisa,
yaudah bagaimana pun caranya saya harus sampai disana.
Eko :
Duh kakak, saya jadi gak enak. Jangan ngotot gitu dong kak. Gak akan lari
gunung di kejar.
Yanti :
Sekali terucap, itu yang tertancap.
Eko :
Yaudah deh, saya coba pujuk mereka lagi. Semoga mereka mau.
Yanti :
Lekas berkabar ya bang. Saya tunggu.
Kabar disore itu memberikan angin segar
untukku. Setelah apa yang ditunggu dan diharapkan, kini mulai tumbuh bebuah
manis.
Eko :
Kak, sudah saya pujuk. Dan alhamdulillah mereka mau.
Yanti :
Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya Allah buka jalan untuk saya. Jadi, kapan kita
bisa rapat untuk persiapan ?
Eko :
Malam ini boleh kak. Tapi, saya boleh kan ajak teman saya yang lain ?
Yanti :
Sangat boleh bang, dengan senang hati. Oh iya, rencananya kapan teman abang
yang dari kalbar itu datang ?
Eko :
Kalau gak ada halangan, insyaAllah udah pesan tiket tanggal 1 November kak.
Yanti :
Alhamdulillah. Yaudah kalau begitu, nanti hasil rapatnya kita beri tahu mereka
aja. Sambil persiapan, apa saja yang harus mereka persiapkan. Tapi ajak teman
abang yang stay di malang ya bang.
Eko :
Siap kak. Nanti saya ajak. Oh iya, btw ngumpul dimana ntar malam ?
Yanti :
Di tandon tlogomas aja gimana bang ?
Eko :
Oke kak. Lepas isya ya.
Yanti :
Siap 45 !
Malam pun datang menjelma. Berbekalkan sebuah
buku catatan dan bolpoint yang aku masukkan ke dalam tas berwarna abu muda.
Tiba ditujuan, aku pun duduk di lesehan dan memesan segelas minuman cappuccino
dingin sambil menunggu eko dan rombongannya datang.
Eko :
Wih, ontime kak. Terniat benar sepertinya.
Yanti :
Iya dong. Hahaha.
Eko :
Oh iya kak, perkenalkan ini teman saya. Yogi, Weli, Inal
Yanti :
Halo, salam kenal. Saya yanti, temannya bang eko. Oh iya bang, perkenalkan juga
nih, saya bawa kakak senior saya waktu kuliah di kalbar dulu. Kak gina.
Gina :
Salam kenal ye semue.
Weli :
Salam kenal kembali.
Yanti :
Monggo, pesan minuman. Sebelum dimulai.
Yogi :
Siap.
(Pesanan kami pun datang, kemudian kami
memulainya)
Yanti :
Silahkan bang, buka dulu.
Eko :
Gak papa kak, kakak aja yang mimpin rapatnya.
Yanti :
Oke baiklah kalau begitu. Assalamu’alaykum. Terimakasih untuk teman-teman yang
sudah menyempatkan hadir. Semoga Allah balas kebaikan kalian dan ridhoi
perjalanan kita. Aamiin. Sebelum saya mengutarakan maksud dan tujuan kita
ngumpul malam ini, mungkin teman-teman sedikit banyak juga sudah tahu kemana
tujuan kita. Jadi, insyaAllah kita ada niat mau ke kawah ijen. Kawah terindah
di dunia, yang ada di banyuwangi. Saya sempat searching beberapa informasi mengenai
perjalanan menujunya. Kemungkinan dari malang ke kawah ijen, memerlukan waktu
6-8jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Nah, setibanya di kawah ijen, kita
mendaki lagi kurang lebih 2-4jam. Ya, kalau misalkan tujuan kita Cuma ke kawah
ijen sih, 3 hari deh estimasi waktunya.
Inal :
Jauh juga ya kak. Dekat bali ya kalau gak salah kan ya.
Yanti :
Iya, banyuwangi itu udah ujungnya pulau jawa. Tinggal nyeberang pulau sedikit,
udah masuk kawasan bali.
Yogi :
Mantap tuh, jadikan. Pulangnya singgah ke bali sebentar kak.
Yanti :
Nah masalahnya itu, semoga tidak ada kendala. Kalau perjalanan lancar, dan
masih ada waktu senggang. Kita main ke bali.
Weli :
Mantap nih.
Eko :
Nah masalah biayanya gimana nih kak ? Kira-kira berapa lah ?
Yanti :
Rencananya kan kita menggunakan sepeda motor pribadi kan ya. Nah, 1 motor
bonceng berdua. Untuk biaya bensin, ya pandai-pandai lah bagi 2. Tapi kita
estimasikan aja Rp 100.000 per orang. Untuk tiket masuk per orang, Cuma Rp
7,500. Untuk biaya makan, ada baiknya kita bawa bekal aja dari sini.
Gina :
Nah tuh setuju, hemat juga sih.
(Singkat cerita, mengenai rute perjalanan
yang kami bahas dalam rapat, akan kami cantumkan pada gambar catatan dibawah
ini)
Setelah membahas segala
persiapan dalam rapat, saya pun lalu membentuk grup koordinasi melalui media
whatapss yang bernamakan “Jalan-Jalan tak Genah”. Berlanjutlah perkenalan dan
koordinasi persiapan kami melalui grup.
Perjalanan kami pun di
mulai.



Komentar
Posting Komentar