Salut, bangga dan terkesima melihat perjuangan seorang lelaki
super strong yang satu ini. Sebut saja dia. Dia adalah salah satu orang yang
selalu mendorong dan memotivasiku hingga detik ini. Dibalik kuatnya aku disini,
ada dia yang selalu setia dibelakangku.
Beban yang dia pikul, tidaklah sedikit. Pekerjaan yang dia
geluti, bukanlah pekerjaan yang mudah. Senyum yang dia persembahkan, adalah
senyum perjuangan. Ya !! Perjuangan demi membahagiakan orang-orang yang
dicintainya. Meskipun yang aku tahu, dibalik senyuman itu tersimpan jutaan
masalah yang sedang ia hadapi. Tak kenal waktu, cuaca, kondisi tubuh, bahkan
risiko besar di depan mata sekalipun. Yang selalu tertanam dalam benaknya hanyalah
kalimat “tanggungjawab”.
Ketika kebanyakan orang sedang menikmati empuknya kasur, nyenyaknya
tidur, indahnya mimpi, bahkan syahdu-nya subuh pun, baginya bukanlah hal yang
menggiurkan. Tak heran, jika ia tak memperdulikan itu semua. Bukan tak ingin,
namun tak bisa. Semangat juang yang tak pernah aku temukan dari diri orang
lain, selalu membuat diri ini selalu dan selalu salut kepadanya.
Sang fajar selalu menjadi teman sejatinya, pun senja adalah
buktinya. Ntah sudah berapa banyak tetesan keringat yang keluar dari keningnya,
berapa banyak air mata yang ia sembunyikan, sedingin apa suhu yang merasuk ke tubuhnya tiap pagi, dan berapa singkat waktu istirahat
yang ia gunakan. Mungkin itu semua selalu dan selalu “belum cukup” baginya
untuk membuat orang lain bahagia. Maka tak ada alasan baginya untuk menunda
bahkan berhenti dalam memperjuangkan apa yang ditujunya.
Ntah bagaimana lagi aku harus mengucap syukur kepada-Mu ya Robb,
atas nikmat yang luar biasa ini. Yang jelas, aku sangat bersyukur atas izinMu memperkenankan
diriku untuk bisa kenal dan menjadi bagian dari hidupnya. Ia adalah salah satu
alasan bagiku untuk selalu menjadi seorang wanita yang “PANTANG MENYERAH” !!!!
Di dalam sibuknya, ia tak pernah sedikitpun mengeluh bahkan
mengabaikanku. Setiap kali aku bercerita tentang masalah hidupku kepadanya,
seketika itupula solusi yang aku dapatkan darinya. Padahal masalah hidup yang
ia jalani, lebih sulit bahkan tak mendapatkan sedikitpun solusi dariku. Ntah
terbuat dari apa “hatinya”. Yang jelas kata “tulus” dalam hatinya tak pernah
hilang dalam benakku.
Pernah ia lontarkan kata, “Tidak ada tempat lagi untuk berkeluh
kesah, nong. Yang bisa dilakukan sekarang hanya berjuang...berjuang... dan berjuang...”.
Kalimat ampuh yang mampu menampar aku dengan kerasnya. Ketemu dimana lagi,
lelaki ini ya Robb. Semangat juangnya, yang mampu membuatku jatuh cinta
berkali-kali.
Berharap untuk bisa disatukan. Mudahkan jalannya menujuku Ya Robb.
Kuatkan hatinya, lancarkan segala urusannya, sehatkan badannya, restui niat
baiknya. Kutunggu kamu di persimpangan jalan, jemput dan bawalah aku menuju
jalan yang seharusnya, jalan yang direstuiNya, agar kata bersama tak hanya
berlaku di dunia saja. Melainkan, hingga ke Jannah-Nya. Aamiin.
Aksara Hati Sang Perindu
Untukmu, seseorang yang jauh di mata dekat di doa.
Aku sangat merindukanmu.
Aksara Hati Sang Perindu
Untukmu, seseorang yang jauh di mata dekat di doa.
Aku sangat merindukanmu.
Komentar
Posting Komentar